KHT 1 Bagaian 3. 4 : Rukun Penyembuhan Dalam Thibun Nabawi HNI HPAI

68 / 100

Kuliah Herbal Thibun Nabawi 1
Sub Bab
Rukun Penyembuhan

Herba akan berkhasiat apabila penggunaannya memenuhi semua rukun yang ditentukan. Apabila terdapat satu saja rukun yang tidak terpenuhi, maka tidak optimal proses pengobatan yang dilakukan. Pasien perlu dibimbing agar memenuhi semua rukun penyembuhan sehingga merasakan khasiat paling optimal dari herba yang dikonsumsi.

Rukun Penyembuhan herba diambil dari kisah seorang sahabat yang minta obat kepada Rasulullah SAW untuk menyembuhkan sakit perut bagi saudaranya. Kemudian Rasulullah SAW memberikan madu. Ketika diamalkan, ternyata tidak sembuh dan bahkan semakin parah. Kemudian diulanginya hingga empat kali. Baru pada kali keempat orang yang sakit tersebut sembuh.

Rukun penyembuhan Herba Pengobatan Thibunnabawi HNI HPAI terdiri dari 4 (empat) Tahapan yaitu :

a. Tawakal dan Keyakinan (tanpa ragu-ragu)

Tawakal menjadi hal utama dalam proses penyembuhan. Bahwa sakit yang dirasakan berasal dari Allah, dan Allah pula yang berhak menyembuhkan. Adapun proses pengobatan yang dijalani, merupakan ikhtiar sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW.

“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku”(QS. Ash-shuara[26] :80)

Keyakinan merupakan pintu penyembuhan yang penting harus dimiliki seseorang yang sedang sakit. Keyakinan akan membangkitkan kekuatan jiwa dan kekuatan fitrah/imunitas tubuh yang amat penting untuk membantu proses pengobatan. Mengkonsumsi herba dalam keadaan tidak yakin menyebabkan proses terapi yang tidak maksimal.

Hal kedua yang harus diyakinkan dari seseorang yang sedang sakit adalah mengarahkan rasa cemas dan takut hanya kepada Allah.

Dan yang ketiga yang harus diyakinkan kepada seseorang yang sedang sakit adalah menumbuhkan sikap sabar atas ujian yang diberikan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang menderita sakit karena suatu penyakit melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR.Bukhari-Muslim)

b. Penggunaan yang Berkelanjutan

Artinya kita harus istiqomah dan sabar dalam menantikan herba yang sedang melakukan perbaikan ke seluruh tubuh (total healing).

Apabila kita menyadari bahwa sumber penyakit datang dari makanan sehari-hari yang mengandung toksin, maka sudah semestinya mengkonsumsi herba menjadi perkara rutin sehari-hari. Penyakit timbul setelah sekian lama gangguan organ terjadi. Begitu juga obat memerlukan waktu lama untuk menjalani proses pemulihan sel-sel yang telah rusak.

c. Munculnya DOC

DOC atau Direction of Cure yang berarti krisis penyembuhan, merupakan tanda-tanda yang menunjukkan herba sedang bekerja. DOC berbeda dengan alergi dan efek samping (dalam pengobatan konvensional). Alergi merupakan reaksi tubuh yang muncul akibat ketidakcocokkan tubuh terhadap sesuatu, termasuk obat-obatan. Sedangkan efek samping merupakan akibat buruk sampingan akibat suatu obat.

Diantara tanda-tanda DOC adalah sebagai berikut :

  • Berpindahnya penyakit dari bagian tertentu ke bagian yang lain. Seperti orang yang menderita asma setelah menagamalkan herba menujukkan gatal-gatal di kulit.
  • Terasa sakit di bagian pinggang dan telapak kaki. Sistem syaraf mempengaruhi keadaan ini dimana rasa sakit akan terasa seolah-olah berpindah ke bawah terutama di sekitar pinggang dan langsung ke telapak kaki.
  • Mengulangi sejarah kesakitan. Pengulangan gejala yang pernah keluar di masa dahulu.

Hal yang perlu dilakukan bila terjadi DOC :

  • Tambahkan minun air. Jumlah air yang diminum dalam satu hari harus lebih banyak dari 2,5 liter
  • Kurangi dosisnya. Jika sebelumnya 3×3 maka turunkan menjadi 3×2, apabila DOC masih terasa kuat maka turunkan kembali menjadi 3×1. Dosis ini tetap dipertahankan hingga DOC sudah tidak hilang dan dapat dikembalikan ke dosis optimal
  • Bila sebelumnya DOC kuat karena konsumsi sebelum makan, maka ubahlah menjadi konsumsinya setelah makan
  • Lanjutkan pengobatan

d. Dosis yang Mencukupi

Rukun penyembuhan lainnya adalah ketepatan dosis herba per-hari yang didasarkan pada kondisi pasien secara umum dan berat badan.

Perbandingannya adalah 10kg : 1 gr. Artinya setiap 10 kg berat badan, banyaknya herba minimal yang harus dikonsumsi adalah 1 gr per-harinya.

Catatan : panduan pemberian dosis di atas berdasarkan standar farmakologi, namun tidak bersifat eksak (pasti), karena dpat disesuaikan dengan kondisi pasien. Hal ini disebabkan obat yang digunakan adalah obat herba alami.