Motivasi Sukses Bisnis – Mengenal jarak Diri dengan Kesuksesan

JARAK ANDA dan KESUKSESAN

Saya baru menyadari istilah “jarak Anda dan kesuksesan” dari pak Mardigu Wowiek. Sebuah kesadaran yang melahirkan evaluasi pada diri sendiri, seberapa jauh atau dekat diri saya dengan impian saya sendiri.

Sebelum hari ini, dulu sekali, sebutlah saat saya masih SMA, saya pernah melihat seorang lelaki turun dari BMW. Lalu terlintas di pikiran, mungkin suatu saat saya seperti dia (memiliki BMW).

Tapi masa selanjutnya, saya – seperti kata Pak Mardigu- memiliki jarak dengan kesuksesan. Yaitu merasa diri tak layak, merasa tak berharga, merasa miskin, merasa lebih rendah dari orang lain, ujung-ujungnya minder.

Di satu sisi ide/pikiran saya ingin kaya. Tapi di sisi lain perasaan saya justru berjarak dengan kekayaan. Paling kentara adalah saat melihat mobil mewah atau rumah mewah, pasti pertama kali terlintas adalah “mahal” seolah-olah diri saya terlalu “murah” atau bernilai rendah sedangkan mobil/rumah mewah itu terlalu “mahal” atau bernilai tinggi.

Saya tahu, bukan hanya saya yang sering begitu, mungkin sebagian diantara Anda juga pernah berada di posisi saya dulu, atau malah sampai sekarang.

Itu sebabnya saya mengingatkan sekarang, hindari kata-kata “mahal” sebab tak sadar menjadi sugesti bahwa diri sendiri “murah” atau merasa diri sendiri bernilai jauh di bawah.

Padahal kita tahu, semahal-mahalnya sebuah mobil mewah, tetap ada nilai rupiahnya atau tetap bisa dibeli. Tapi diri kita, tak bisa dinilai dengan uang, tak bisa dibeli dengan cara apa pun.

Sebenarnya itu bukan nasehat untuk Anda, tapi kesadaran yang saya bangun sendiri bahwa saya berharga, saya layak, saya sangat bernilai.

Lalu ketika membandingkan diri sendiri dengan rumah yang saya impikan, dengan kendaraan yang saya inginkan, berkali-kali saya mengatakan “saya layak, saya berhak, saya sangat bernilai, saya sangat berharga!”

Apa yang terjadi?

Dada saya terasa sesak. Banyak pertentangan di dalam hati, seolah-olah pernyataan itu adalah sebuah kesalahan. Saya tahu, itu akibat saya terlalu sering merasa tidak layak. Ibarat sepatu di rak mall yang lama ditinggalkan karena tutup, lama-lama berlumut atau berjamur.

Mungkin pikiran dan perasan saya sudah berjamur oleh keyakinan dan perasaan tak layak. Jadi saya memilih membersihkan pikiran dan perasaan sendiri dengan pengulangan, sampai saya benar-benar nyaman.

Ada banyak orang yang memilih berhenti atau malah tidak mulai membersihkan pikiran serta perasaanya. Daripada membayangkan apa yang dia inginkan yang malah membuat dadanya terasa sesak, memilih melupakan impian dan hidup “damai dan tenang” dengan standar yang lama.

Padahal menurut saya, hidup tanpa impian artinya hidup dalam keterbatasan. Gak enak juga. Jadi saya memilih melewati gak enak mensugesti diri sendiri yang sudah pasti ada ujungnya, daripada terus-menerus gak enak dalam keterbatasan, entah sampai kapan ujungnya.

Itulah yang saya lakukan ketika pertama kali ditawari bisnis yang modalnya¬† jutaan saat itu. Saya tertarik bisnisnya sebab berat badan kakak turun 14 kg setelah mengkonsumsi produknya lalu orang yang menawarkan bisnis itu menunjukkan uang cash senilai Rp 500 juta di depan kami, yang sama-sama sedang diprospek. “Komisi 1 bulan.” Ujarnya dengan semangat.

Saya tidak langsung paham bahwa menjangkau modal puluhan Kali penghasilan bulanan saya bukan dengan cara mencari modalnya, bukan! Melainkan dengan meningkatkan rasa berharga, rasa layak, rasa bernilai diri sendiri.

Jadi di awal-awal pikiran saya sibuk mencari modal dan ternyata tidak dapat. Akhirnya saya tergerak sendiri untuk mendatangi rumah orang tersebut, yang kemudian menjadi Mentor saya, lalu berkata berulang kali, “suatu hari saya Bisa Memilikinya di rumah.” Sekarang baru paham, itulah yang disebut afirmasi.

Percaya bahwa saya bisa memiliki Apa yang saya inginkan adalah cara meningkatkan perasaan layak bahwa saya bisa dengan mudah memiliki apa yang saya inginkan.

Affirmasi, Mengucapkan Keinginan Secara berulang-ulang Hingga Masuk ke alam Bawah Sadar

Bagi Anda yang sekarang memiliki impian terbesar, apa pun itu, ucapkanlah berulang kali bahwa Anda layak mengalami atau memiliki apa yang Anda inginkan.

Keyakinan yang ditanam bahwa “saya layak, saya berharga, saya bernilai” mesti lah didukung oleh pemahaman spiritual agar mudah menjadi keyakinan baru.

Dalam hal ini saya membahas tentang “apa yang Tuhan bisa lakukan untuk membantu kita” atau “apa yang Tuhan inginkan dari kita.” Keyakinan tentang Tuhan cenderung mudah diterima oleh saya dan semua orang yang beragama.

Maka saya merasa atau setidaknya memprasangkakan bahwa Tuhan Maha Kuasa dan bisa melakukan apa saja untuk saya. Pun Tuhan menginginkan saya beribadah, menjadi wakilNya di muka bumi ini yang akan optimal bila saya memiliki banyak sumber daya.

Membentuk Pola Keberlimpahan Dalam Hidup!

Saya merasa direstui Tuhan. Keyakinan saya bertambah bahwa saya layak dan berhak kaya. Maka keajaiban datang sendiri, modal datang sendiri, seseorang yang baru dikenal mempercayakan Uangnya untuk memodali saya. Alhamdulillah.

Tapi, rangkaian pengalaman itu tidak serta merta membuat saya paham polanya. Justru hari ini lah saya mulai sadar bahwa pengalaman itu adalah pola keberlimpahan.

Jadi, Jika anda ingin mendapatkan Kehidupan yang berkelimpahan dalam hidup anda maka satu – satunya jalan atau cara adalah dengan Membentuk 3 Pola Keberlimpahan ini dalam hidup anda.

Pertama, menanam sugesti “saya layak, saya bisa, saya sangat bernilai” sambil membayangkan impiannya dengan pernyataan yang keras dan diulang-ulang.

Kedua, ucapkan “suatu hari, saya bisa memiliki/mengalami….” sebutkan impiannya dengan keras dan berulang.

Ketiga, temui Tuhan dalam ibadah panjang Anda. Rasakan kehadirannya dalam setiap nafas Anda dan rasakan peran yang Tuhan berikan untuk Anda.

Ini adalah cara untuk memperpendek jarak Anda dengan kesuksesan yang kemudian membuat tak berjarak alias… Anda adalah kesuksesan itu sendiri!

( dikutip dan diedit dari artikel affirmasi online )

Catatan:

Bagaimana Cara Menanamkan Sugesti Layak dan bernilai,  membuat Impian yang tidak tertolak dan cara menyodorkan Proposal Impian Ke haribaan Tuhan Yang Maha Kaya bisa anda ikuti dalam Sesi Mentoring Road To LED Meraih penghasilan 100 juta Perbulan bersama HNI